Tehran (SI ONLINE) - Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi menganggap persiapan Israel untuk menyerang Iran bukanlah hal baru. Iapun menekankan bahwa Iran siap berperang dengan negara Israel kapanpun."Kami sudah mendengar ancaman dari Israel selama delapan tahun. Kami adalah bangsa yang bersatu... ancaman semacam itu bukan hal baru bagi kami," kata Salehi pada Jumat (4/11/2011).Salehi memperingatkan bahwa Iran akan selalu siap membalas setiap serangan yang ditujukan kepada kedaulatannya. "Kami percaya diri. Kami bisa melindungi negara kami," ujarnya.Mengomentari hubungan antara Turki, Suriah dan Iran, Salehi menyebut ketiganya merupakan "berasal dari anggota keluarga yang sama. Jika seseorang dalam kesulitan, satu sama lain akan datang untuk membantu nya."Sehari sebelumnya, Pemimpin militer Iran, Jenderal Hassan Firouzabadi mengancam akan menghukum dan membuat Israel menyesal jika melancarkan serangan ke Iran."Kami saat ini siaga penuh. Dengan peralatan yang tepat, kami siap menghukum mereka dan membuat mereka menyesal telah melakukan kesalahan,” kata Firouzabadi, pada Kamis (3/11/2011).Ia juga memperingatkan Amerika Serikat akan akibat dari serangan tersebut.“Amerika Serikat sangat menyadari, serangan militer rejim Zionis terhadap Iran tidak hanya akan menyebabkan kerusakan yang luar biasa pada rezim (Israel) itu, tetapi juga akan menimbulkan kerusakan serius terhadap AS,” tambahnya.
Gaza (SI ONLINE) - Angkatan Laut Israel mencegat kapal Kanada dan Irlandia yang mencoba menerobos blokade atas Jalur Gaza serta menariknya ke pelabuhan Ashdod, Israel pada Jumat (4/11/2011).
"Sesaat lalu, pasukan Angkatan Laut Israel menaiki kapal-kapal yang sedang dalam perjalanan menuju Jalur Gaza, berusaha menerobos blokade keamanan maritim yang diberlakukan sesuai dengan hukum internasional," ungkap seorang juru bicara militer Israel.
Israel mengklaim bahwa pencegatan dan penarikan paksa itu dilakukan ketika kedua kapal tersebut sedang mencoba menerobos blokade keamanan maritim yang ditetapkan sesuai dengan hukum internasional.
Sementara itu, seorang aktivis Irlandia, Ventan Lani mengatakan bahwa kru dan seluruh penumpang armada sangat ketakutan ketika angkatan laut Israel menarik kedua kapal tersebut pada Kamis malam hari, meskipun mereka masih berada di perairan internasional.
"Saya tidak berniat sama sekali untuk memasuki perairan teritorial Israel dan tidak punya niat untuk pergi ke Israel, tujuan kami hanya ke Jalur Gaza," tambahnya.
Lani menambahkan bahwa Israel berusaha mencegah kedua armada memasuki Gaza dengan menarik paksa keduanya ke pelabuhan Israel dan bisa disebut sebagai penculikan.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Irlandia, mengaku telah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah terulangnya insiden yang terjadi dengan Armada Pertama.
Israel akan terus mempertahankan pengepungan terhadap Jalur Gaza yang dikendalikan oleh Hamas, dengan dalih untuk mencegah penyelundupan senjata.